
Sinjai Barat yang terkenal dengan daerah pengembangan holtikultura memiliki banyak potensi wisata lainnya yang tak kalah menariknya, seperti perkebunan, pengolahan markisa segar, tanaman sayuran dan kopi arabika dan anda dapat pula menyaksikan acara ziarah ke kompleks makam raja-raja Turungeng, makam Srikandi Balakia dan pusat pengembangan peternakan sapi perah, dan masih banyak lagi wisata-wisata lainnya yang dimiliki Sinjai Barat. Sinjai Barat juga mempunyai banyak air terjun yang sangat menakjubkan, ada Air Terjun Pincuni, Air Terjun Baju Ejayya, dan Air Terjun Barania. Selain itu pemandangan pengunungannya yang melukiskan khasanah keindahan alam yang natural.
English:
West Sinjai is famous for its regional development of horticulture has many other tourist potential is not less interesting, such as agriculture, processing of fresh passion fruit, vegetable and coffee arabica and you can also watch events complex a pilgrimage to the tomb of the kings Turungeng, tombs and central Balakia Heroine development of dairy cattle, and many other tours owned West Sinjai. West Sinjai also has many waterfalls are so amazing, there Pincuni Waterfall, Baju Ejayya Waterfall, and Waterfall Barania. Besides depicting scenery mountains treasure the natural beauty of the natural.
Suatu cerita dari Manipi, Kecamatan Sinjai Barat. Dahulu kala hidup seorang wanita yang akrab disapa Puang Balakia ( Wanita Perkasa ) atau nama kerennya sekarang "Wonder Woman".Dia dijuluki Perempuan Perkasa karena kekuatannya sama dengan kekuatan lelaki, bahkan kemampuan bekerjanya melebihi lelaki. Dia mempunyai seekor Ayam Putih dan Ular Hitam, serta memiliki tongkat.
Menurut cerita, tongkat yang dia miliki digunakan untuk membuat irigasi persawahan yang dibantu oleh Si Ayam Putih dan Ular Hitamnya. Kemudian air itu disalurkan ke areal persawahan para petani di Manipi.
Sampai sekarang saluran air tersebut masih digunakan dan dipelihara dengan baik oleh para petani untuk mengairi sawahnya. Kuburan Puang Balakia sekarang berada di pinggir jalan poros Lingkungan Hulo_Kindang-Kindang Manipi, dan konon katanya tongkatnya di tancapkan tidak jauh dari kuburannya dan tumbuh menjadi Sebuah pohon yang sangat besar dan tinggi dan masih ada sampai sekarang.
Konon katanya dulu ada seorang lelaki yang sedang istirahat di suatu tebing pegunungan, bersama seekor anjingnya. Ketika lelaki itu hendak menggulung rokok, tiba-tiba tembakaunya terjatuh ke lereng gunung dan secara spontan dia memerintahkan anjingnya untuk mengambil tembakau tersebut. "Alleanga' tambakoku..." (tolong ambilkan tembakau saya...!!!)
Ketika si Anjing hendak pergiuntuk mengambil tebakaunya, tiba-tiba mereka jadi BATU. Demikianlah sejarah singkat Tau A'jari Batua (orang yang jadi batu) .....
Sinjai terkenal bahasa bugisnya sangat kental tapi berbeda dengan yang ada di Kecamatan Sinjai Barat yang Sebagian besar Masyarakatnya menggunakan bahasa Konjo. Hal yang demikian terjadi karena pengaruh dari letak Sinjai Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Gowa yang bahasa sehari-harinya menggunaka bahasa konjo sehingga Masyarakat Sinjai Barat pun terpengaruh. tapi walau pun bahasanya sama namun logatnya agak beda antara konjo Manipi (Sinjai Barat) dengan Konjo orang Gowa.