Tampilkan postingan dengan label Karya Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Lomba Karya Tulis 2011

Deadline: 24 Juni 2011

Lomba CALL FOR PAPER :

Peserta Kompetisi Lomba karya tulis (4th ECCENTS 2011) ini adalah mahasiswa aktif Diploma maupun Strata 1 dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
Peserta adalah tim yang beranggotakan 2 (dua) orang berasal dari departemen yangsama/ berbeda namun masih dalam satu fakultas dan satu perguruan tinggi.
Tiap peserta membuat karya tulis sesuai dengan tema yang telah ditentukan dan harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan panitia.
Karya tulis yang dibuat merupakan karya sendiri ( orisinalitas ) dan harus belum pernah dikompetisikan dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun.
Materi karya tulis berhubungan dengan tema “KEMANDIRIAN ENERGI BAGI PEREKONOMIAN INDONESIA” dengan memilih salah satu sub tema berikut ini ;

Relevansi Kebijakan Subsidi dalam Pemenuhan Kebutuhan Energi Nasional
Energi Alternatif dan Terbarukan sebagai Diversivikasi Energi untuk Ketahanan Energi
Dampak Ekspor Komoditi Energi Terhadap perekonomian Nasional
Pengendalian Konsumsi Energi melalui Kebijakan Fiskal Daerah
Dampak SDA dan Lingkungan dari Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 MW

Info lengkap di: http://eccents2011.blogspot.com/

Rabu, 04 Mei 2011

LOMBA KARYA TULIS KEBENCANAAN BNPB

Deadline: 16 September 2011
TEMA
Tema penulisan (dapat dipilih salah satu dari beberapa pilihan berikut) :
  1. Meningkatkan pengetahuan untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana
  2. Upaya pengurangan resiko menekan dampak negatif bencana
  3. Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat untuk membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana.
SASARAN KEGIATAN
  1. Wartawan media cetak dan online
  2. Penulis di media cetak
  3. Kalangan Pers
KRITERIA LOMBA
  1. Terbuka untuk semua wartawan, yang dibuktikan dengan fotocopi identitas wartawan, dan penulis disertai fotocopi KTP.
  2. Naskah sudah harus diterbitkan di media cetak mulai 01 Desember 2010 sampai dengan 15 September 2011.
  3. Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu materi publikasi (masing-masing rangkap 3) yaitu dalam bentuk daftar tulisan dan fotokopi kliping tulisan.
  4. Panitia berhak menggunakan karya tersebut untuk keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara.
  5. Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat.  6. Batas akhir penerimaan naskah tanggal 16 September 2011 (sudah diterima panitia).
SYARAT AWAL PENERIMAAN NASKAH
  1. Orisinil
  2. Publikasi di media massa cetak dan umum
  3. Publikasi sesuai jangka waktu yang ditetapkan
KRITERIA PENILAIAN
  1. Kesesuaian dan tema (0 – 20)
  2. Penggunaan EYD (0 – 10)
  3. Solusi dan analisa (0 – 25)
  4. Kuantitas penulisan sesuai tema (0 – 15)
  5. Gaya bahasa dan deskripsi (0 – 10)
  6. Peliputan investigasi (0 – 20)
Metode penyeleksian tersebut bertujuan untuk mendapatkan karya tulis yang bagus dan sempurna. Selanjutnya pengumuman pemenang yang nantinya para pemenang karya tulis mendapatkan hadiah dan penghargaan dari BNPB.
ALAMAT PANITIA
Naskah dikirim ke :
PANITIA LOMBA KARYA TULIS KEBENCANAAN
PUSDATIN HUMAS, GEDUNG BNPB, Lt.IV
Jl.Ir. H. Djuanda No.36, Jakarta 10120
Telp. (021) 344 2734, 344 2985, 344 3079
Fax. (021) 350 5075
Website : www.bnpb.go.id
E-mail : pusadatinhumas@bnpb.go.id dan karyatulis2011@gmail.com
HADIAH
Hadiah yang disediakan adalah sertifikat dan hadiah uang.
  1. Juara I (Rp 10 juta),
  2. juara II (Rp 8 juta),
  3. juara III (Rp 6 juta),
  4. juara Harapan I (Rp 4 juta) dan
  5. juara Harapan II (Rp 3 juta).
Info lengkap di: http://www.bnpb.go.id/userfiles/PENGUMUMAN%20lomba%20karya%20tulis.pdf

Minggu, 13 Maret 2011

Orientasi Anggota Baru LPM Penalaran UNM Angk. XIV di Taman Prasejarah Sumpang Bita

Taman Prasejarah Sumpang BitaLokasi OAB LPM Penalaran XIV kali ini  diadakan di Kompleks Taman Purbakala Sumpang Bita. Kompleks Gua Sumpang Bita terletak di Desa Sumpang Bita, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep (Pangkaje'ne Kepulauan). Berada di Kilometer 55 sebelah utara Kota Makassar, dengan posisi astronomis 5°20'LS dan 199°38'BT.  Dari Kota Makassar menuju ke arah utara melalui jalan poros Makassar-Pare-pare sampai di Km 55 Kampung Soreang, membelok ke kanan menuju pabrik semen Tonasa. Dari pabrik semen Tonasa ke arah timur menuju Kompleks Taman Prasejarah Sumpang Bita sejauh 3 Km melalui jalan sedikit mendaki selebar 5 m.

Menurut Hari Suroto (Arkeolog Prasejarah), Kompleks Gua Sumpang Bita terdiri atas dua leang masing-masing disebut Leang Sumpang Bita dan Leang Bulu Sumi. Kedua leang ini letaknya berjauhan, dibatasi oleh bukit kapur.

Leang Sumpang Bita, memiliki langit-langit yang tinggi dan melandai ke belakang. Mulut gua menghadap ke timur (N. 90° E). Leang ini terletak 150 m dari permukaan tanah atau 280m dpl. Kelembaban dan hasil kelapukan 40% dengan PH 6,6. Ukuran mulut leang adalah tinggi 10m dan lebar 14m, sedangkan dalamnya 50m.

Temuan di Leang Sumpang Bita didominasi oleh lukisan dinding gua (rock art) yang cukup banyak dan tidak ditemukan sampah dapur (kitchen midden) serta alat litik yang representative maka dapat dikatakan bahwa Leang Sumpang Bita adalah tempat upacara sakral. Pada ruang bagian utara terdapat sebuah lukisan berupa babirusa (Elaphurus davidanus) yang sedang meloncat. Di depan lukisan tersebut terdapat sejumlah lukisan cap tangan. Ada pula lukisan sampan yang di atasnya terdapat lukisan dua ekor babirusa dengan posisi kepala ke bawah. Adapun jumlah lukisan menurut obyeknya:

1. Cap tangan negatif
    - tangan kanan dewasa 15 buah
    - tangan kiri dewasa 21 buah
    - rusak (tak dikenal kiri atau kanan) 1 buah
    - tangan kanan anak-anak 12 buah
    - tangan kiri anak-anak 4 buah
2. Cap kaki negatif
    - kaki kanan dewasa 1 buah
    - kaki kiri dewasa 1 buah
    - kaki kanan dewasa 1 buah
3. Lukisan babirusa 12 buah
4. Lukisan sampan 1 buah

Gua Bulu Sumi, termasuk satu kompleks dengan Gua Sumpang Bita tetapi ukurannya lebih kecil. Berada di sebelah utara Gua Sumpang Bita; lebarnya 4,10m; dengan kedalaman 8,77m. Gua ini menghadap ke barat laut dan terletak pada ketinggian 200m dpl. Pada gua ini ditemukan 4 cap tangan negatif (hand stencils) dalam kondisi sudah sangat pudar, sehingga sangat sulit untuk diidentifikasi. Selain itu juga ditemukan gundukan sampah dapur berupa cangkang kerang yang terpotong ujung-ujungnya. Hal ini dapat mengindikasikan Gua Bulu Sumi bersifat profan, digunakan untuk bermukim.

Walaupun ruang kedua gua ini mendapatkan intensitas sinar matahari yang cukup. Namun tingkat kelembaban tetap tinggi karena besarnya kandungan air di dalam batuan. Pada musim kemarau yang suhunya tinggi dengan kadar air dan kelembaban yang rendah, seringkali terjadi proses pengelupasan sehingga mengakibatkan lukisan di atasnya ikut terkelupas.

Selain itu tumbuhnya beberapa jenis jamur pada lukisan, diperlukan usaha konservasi yang tepat, jika jamur dikeluarkan maka akan merusak lukisan. Usaha yang dapat dilakukan di antaranya menghilangkan penyebab kerusakan dengan membelokkan aliran air yang menuju ke lukisan. Menghilangkan mikrobiologi yang tumbuh di permukaan lukisan, selanjutnya memperkuat media lukisan.

Minggu, 20 Februari 2011

Lejitkan Potensi Diri dengan Mesin Ketik

Zaman modern sekarang ini, teknologi sangat berkembang dengan pesat,, semuanya serba komputer !!! Mau buat surat, skripsi, makalah, atau apalah yang melibatkan kinerja komputer sebagai rekan  kerja pribadinya... tapi apa iya sih, di zaman komputer sekarang ini masih ada yang melibatkan mesin ketik untuk menulis karya ilmiah ??
so pasti ada donk, empat hari saya mengikuti Pelatihan Metodologi Penelitian XIV  LPM Penalaran UNM,,, dan salah satu pelajaran yang tak kalah mengesankan adalah Tiap malam ditugaskan menyusun karya tulis dangan menggunakan mesin ketik, dan parahnya lagi besok paginya harus dikumpul !!! jadinya harus mengorbankan saat-saat mesra kita dengan bantal guling... tik...tik..tik...tik...tik... suara mesin ketik yang menggema dikeheningan malam. Namun pelajaran yang sangat berharga adalah secara tidak langsung teori dari kang Jaya setia Budi "The Power of Kepepet" bekerja dalam diri kita sehingga rasa kantuk hilang karena penigkatan hormon adrenalin, melatih kesabaran, konsentrasi,dan melatih dalam kelihaian tangan dalam mengetik...serta melatih mental kita agar senantiasa tetap tegar dalam meghadapi masalah.

Rabu, 16 Februari 2011

Surat Dikti Tentang Penerimaan Proposal PKM-AI dan PKM-GT tahun 2011


Written by P2M   
Friday, 14 January 2011 16:36
Kepada Yth : Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Negeri,
Koordinator Kopertis Wilayah I s.d XII
di
Seluruh Indonesia.

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa, Direktorat Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan
kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan
usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) yaitu :
Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan Program Kreativitas
Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT) yang akan didanai tahun 2011.

Perlu kami informasikan bahwa pedoman pengajuan usulan proposal dan tata cara
pengiriman proposal ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
(DP2M) dapat di download pada website : http://dikti.kemdiknas.go.id, dengan
headline : Pedoman PKM 2010 Revisi.

Sehubungan hal tersebut di atas kami mohon bantuan Saudara berkenan
menginformasikan program dimaksud kepada mahasiswa di perguruan tinggi
Saudara, dengan persyaratan sebagai berikut :
1. Setiap usulan proposal dibuat rangkap 2 (dua);

2. Surat pengantar resmi dari perguruan tinggi dengan dilampirkan print out rekap
daftar seluruh proposal dari Perguruan Tinggi Saudara sesuai form terlampir, dan
dikirimkan ke alamat :

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Gedung Dikti Lt.4, Jl. Jend. Sudirman Pintu Satu Senayan, Jakarta.

3. Sedangkan file rekap daftar seluruh proposal dari Perguruan Tinggi Saudara
tersebut mohon dikirim via email ke alamat : pkm.dp2m@dikti.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ,
cc: tantointer@gmail.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

4. Batas waktu pengajuan usulan selambat-lambatnya tanggal 10 Maret 2011 pukul
16.00 WIB.

Apabila pengiriman proposal dan email rekapitulasi data proposal lewat dari batas
waktu yang telah ditentukan, maka proposal dari perguruan tinggi Saudara tidak akan
diproses.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Direktur Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat,
ttd
Suryo Hapsoro Tri Utomo
NIP. 195609011985031003

Minggu, 21 November 2010

Karya Ilmiah


 


MENULIS KARYA ILMIAH



Oleh:
Harry Firman
e-mail: titimplik@bdg.centrin.net.id


1.  Karya Ilmiah
Suatu karya ilmiah ( scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi
yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh
seseorang  atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang
dikukuhkan  dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis
karangan ilmiah, antara lain  laporan penelitian, makalah seminar atau simposium,
artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari
kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam
karya ilmiah tersebut dijadikan acuan  (referensi) bagi ilmuwan lain dalam
melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. 
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk
menghasilkan karya ilmiah, seperti  makalah,  laporan  praktikum, dan  skrispsi 
(tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian
berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam.  Sementara itu makalah yang
ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah
mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis
pakar -pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan
praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan
kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal ketika mahasiswa
melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi” terhadap
proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebel umnya. Kegiatan praktikum
didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian. 


2.  Sitematika Karya Ilmiah
Sistematika suatu karya ilmiah sangat perlu disesuaikan dengan sistematika
yang diminta oleh media publikasi (jurnal atau majalah ilmiah), sebab bila tidak
sesuai akan sulit untuk dimuat. Sedangkan suatu karya ilmiah tidak ada artinya
sebelum dipublikasi. Walaupun ada keragaman permintaan penerbit tentang
sistematika karya ilmiah yang akan dipublikasi, namun pada umumnya meminta
penulis untuk menjawab empat pertanyaan berikut: (1) Apa yang menjadi
masalah?; (2) Kerangka acuan teoretik apa yang dipakai untuk memecahkan
masalah?; (3) Bagaimana cara yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah
itu?; (4) Apa yang ditemukan?;   serta (5)  Makna apa yang dapat diambil dari
temuan itu? 
Paparan tentang apa yang menjadi masalah dengan latar belakangnya biasanya
dikemas dalam bagian  Pendahuluan. Paparan tentang kerangka acuan teoretik
yang digunakan dalam memecahkan masalah umumya dikemukakan  dalan bagian
dengan judul  Kerangka Teoritis atau  Teori  atau  Landasan Teori , atau  Telaah
Kepustakaan, atau label-label lain yang semacamnya. Paparan mengenai apa yang
dilakukan dikemas dalam bagian yang seringkali diberi judul  Metode atau Hf/bhs.Ind/kim/2004 
  2
Metodologi atau Prosedur atau Bahan dan Metode. Jawaban terhadap pertanyaan
apa yang ditemukan umumnya dikemukakan dalam bagian  Temuan  atau  Hasil
Penelitian. Sementara itu paparan tentang makna dari temuan penelitian
umumnya dikemukakan dalam bagian Diskusi atau Pembahasan. 
Tentu saja sistematika karya ilmiah ini tidak baku, atau harga mati.
Sistematika karya ilmiah sangat bergantung pada tradisi masarakat keilmuan
dalam bidang terkait, jenis karya ilmiah (makalah, laporan penelitian, skripsi).
Dalam suatu karya ilmiah yang mempunyai tingkat keformalan yang tinggi,
seperti misalnya skripsi, sistematika penulisan lebih baku, dan beberapa paparan
lainnya sering diminta dari mahasiswa, seperti seperti Kesimpulan dan
Rekomendasi (Saran -Saran) pada bagian akhir, atau Kata Pengant ar pada bagian
awal.
Banyak jurnal dan majalah meminta abstrak, yakni rangkuman informasi yang
ada dalam dokumen laporan, makalah, atau skripsi, lengkapnya.  Abstrak yang
ditulis secara baik memungkinkan pembaca mengenali isi dokumen lengkap
secara secara  cepat dan akurat, untuk menentukan apakah isi dokumen sesuai
dengan bidang minatnya, sehingga dokumen tersebut perlu dibaca lebih lanjut.
Abstrak sebaiknya tidak lebih dari 250 kata (dalam satu atau dua paragraf),
menyatakan secara singkat tujuan dan lingkup penelitian/pengkajian, metode yang 
digunakan, rangkuman hasil, serta kesimpulan yang ditarik.


3.  Laporan Praktikum
Dalam tradisi pendidikan tinggi dalam bidang sains, kegiatan praktikum
menjadi bagian penting dari program pendidikan. Hal ini disebabkan  oleh
pentingnya peranan kegiatan praktikum dalam mengembangkan kompetensi ahli
sains. Praktikum menjadi wahana untuk: (1) Pemantapan pengetahuan teoretis
yang telah dipelajari; (2) Pengembangan keterampilan menggunakan peralatan-
peralatan standar laboratori um sains; (3)  Pembinaan sikap ilmiah dalam bekerja
di laboratorium sains; dan (4)  Pengembangan kemampuan menulis laporan
kegiatan laboratorium. Kombinasi antara pemahaman yang kuat aspek -aspek
teoretis, kemampuan merancang eksperimen/penyelidikan untuk  memecahkan
masalah dengan mengaplikasikan pengetahuan teoretik tadi, keterampilan bekerja
di laboratorium, serta kemampuan menulis laporan sehingga layak dipublikasi,
merupakan unsur-unsur penting dari kompetensi seorang ilmuwan. 
Seperti halnya karya ilmiah  lainnya, laporan praktikum mesti memenuhi
kriteria: (1) Nalar  ( logic); (2) Kejelasan ( clarity); dan (3) Presisi (precision).
Dalam kaitan ini kecermatan berbahasa dalam menulis laporan sangat penting
peranannya, karena faktor ini dapat membuat suatu lapo ran memenuhi tiga kriteria
tadi. Perlu diingat bahwa sebuah laporan praktikum adalah wahana penyampaian
pesan dari mahasiswa sebagai komunikator kepada pembaca laporan itu (dosen
dan mahasiswa lain) tentang: (1) Masalah apa yang diselidiki; (2) Pengetahuan 
teoretis apa yang dijadikan landasan bagi penetapan prosedur/metode
penyelidikan: (3) Apa yang dilakukan untuk pengumpulan data dan informasi; (4)
Data apa yang terkumpul dan temuan apa yang dihasilkan dari analisis data; (5)
Pembahasan (diksusi) tentang  hasil yang diperoleh, khususnya mengenai
implikasi temuan ; (6) Kesimpulan apa yang dapat ditarik.  
 Hf/bhs.Ind/kim/2004 
  3
Sesuai dengan fungsi laporan praktikum yang dikemukakan di atas, laporan
praktikum umumnya terdiri atas komponen-komponen: (1)  Tujuan, yang
memaparkan permasalahan apa yang akan diselidiki; (2) Teori, yang memaparkan
konsep dan prinsip yang melandasi penyelidikan yang dilakukan; (3) Alat dan
bahan, yang merupakan paparan tentang jenis alat dan bahan yang dipakai, baik
nama maupun ukuran. Apabila alat ukur el ektronik tertentu dipergunakan,
hendaknya disertakan merk dan nomor serinya. Bahan kimia perlu dilaporkan
dengan konsentrasinya (bila larutan) dan kemurniannya (bila zat murni); (3)
Prosedur percobaan, yang memaparkan tahap -demi tahap yang dilakukan; (4)
Hasil Percobaan , yang mengungkapkan data yang telah ditabulasi, hasil analisis
data, baik secara statistik maupun tidak,  serta temuan -temuan penting percobaan
sebagai hasil analisis data; (5)  Pembahasan, yang mengungkapkan rasionalisasi
(penjelasan yang masuk akal) terhadap berbagai temuan yang menarik, misalnya
perbedaan antara prediksi teoretis dengan realita yang diamati; (6) Kesimpulan ,
sebagai pernyataan singkat yang mengungkapkan hasil penyelidikan secara
menyeluruh. 

4.  Menuliskan Daftar Pustaka 
Karya ilmiah perlu dilengkapi dengan daftar pustaka, yang memaparkan karya
ilmiah lain yang digunakan sebagai rujukan. Agar dapat ditelusuri orang lain
penulisan karya ilmiah rujukan tersebut perlu memuat nama pengarang, judul
karya ilmiah, tahun penerbitan, serta penerbitnya. Tata cara penulisan daftar
pustaka perlu juga memberikan isyarat apakah karya ilmiah yang dirujuk itu
berupa buku, jurnal, makalah seminar, laporan penelitian yang tidak dipublikasi,
dokumen Web, dll. Oleh karenanya ada tata cara yang ditetapkan untuk
menuliskan daftar pustaka. Namun demikian terdapat banyak versi tata cara
penulisan daftar pustaka, bergantung pada tradisi yang dipegang oleh masyarakat
keilmuan dalam masing-masing bidang. Tata cara penulisan daftar pustaka yang
disarankan da lam “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah”  di UPI diadopsi sebagian
besar dari tata cara yang ditetapkan “American Psychological Association
(APA)”. Tata cara ini berbeda dengan yang ditetapkan oleh American Chemical
Sosiety, yang keduanya juga berbeda dari tata cara yang ditetapkan oleh Chemical
Society of Japan (CJS). Namun, untuk penulisan karya ilmiah dalam konteks
pendidikan di UPI, mahasiswa diwajibkan mengikuti pedoman yang ditetapkan
UPI.
Tata cara apapun dapat saja dipakai asalkan pemakaiannya konsisten. Namun
demikian apabila karya ilmiah kita ingin dipublikasikan dalam jurnal tertentu, kita
harus menyesuaikan diri dengan tata cara penulisan daftar pustaka yang ditetapkan
oleh redaksi jurnal tersebut.  

Acuan

Akhadiah, S., Arsjad, M. G., Ridwan, S. H.  (1988).  Pembinaan  kemampuan menulis
bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Day, R. A. (1983). How to write and publish a scientific paper. Philadelphia: ISI Press. 

Universitas Pendidikan Indonesia (2000).  Pedoman penulisan karya ilmiah (laporan
buku, makalah, skripsi, tesis, disertasi).

Followers

Terima Kasih atas kunjungan anda, Jangan lupa Follow, dan komentarnya !!!